
Enter Slide 1 Title Here
Curugg entahh.
Enter Slide 2 Title Here
This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Enter Slide 3 Title Here
This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Enter Slide 4 Title Here
This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Senin, 25 Juli 2016
Jeritan Anak Sawangan Alian
Menanti penuh harap,mengawal mimpi dengan tulusnya doa,semoga rencana itu cepat terwujud. Sungguh sangat menggembirakan ketika tersiar kabar tentang adanya program Perpustakaan Desa yang akan dicanangkan secara nasional antara Tahun 2010-2014 mendatang. Dan salah satu desa yang digagas adalah Desa Sawangan Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen.
Kalau penulis tidak salah,(kalau salah mohon dikoreksi) mungkin ini berkaitan dengan hasil Rakornas Bidang Perpustakaan yang diadakan pada Tgl. 16-18 February 2009,di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Didalam rakornas tersebut telah dihasilkan 31 butir rekomendasi yang pada intinya adalah sosialisasi dan pengimplementasian UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.
Program ini merupakan bentuk lain dari kebijakan pemerintah yang ditujukan bagi warga pedesaan guna memancing minat baca dan pada akhirnya akan menambah wawasan serta membuka pola fikir yang lebih luas.
Karena sudah menjadi rahasia umum bahwasannya masyarakat pedesaan selalu dikonotasikan sebagai sosok terpinggirkan juga kurang wawasan (dalam kenyataan tidak seperti itu). Jadi dengan adanya perpustakaan masuk desa diharapkan muncul kutu buku-kutu buku baru sehingga tercipta insan desa yang diotaknya tidak sekedar berisikan pameo “madang wareg,keprok” (makan kenyang,tepuk tangan).
Meskipun tidak mudah menarik minat warga untuk rajin membaca,namun rencana kehadiran Perpustakaan Desa di Sawangan sedikit banyak telah memberi harapan akan adanya keterbukaan wawasan sehingga cara berfikir masyarakatpun bisa lebih luas. Sebab hadirnya perpustakaan tentu menghadirkan pula pilihan baru untuk mencari sumber rujukan,jadi tidak sekedar wawasan primordial seperti yang ada selama ini. Bukan bemaksud mendiskreditkan tradisi,bukan pula menolak ajaran para ustadz,tapi satu yang pasti ilmu umum-pun wajib kita pelajari.
Beragam bacaan dari buku-buku non-religi tidak kalah pentingnya untuk kita baca serta pahami (tentu bukan buku maksiat).
Marilah bersama-sama kita mulai aktif mengajak masyarakat agar gemar membaca untuk membuka fikiran kita agar bisa menerima keanekaragaman khasanah ilmu serta budaya. Ingatlah bahwa ilmu tidak hanya datang dari seorang pengajar,ataupun ustadz. Ilmu bisa didapat darimana saja,dan salah satunya adalah buku. Untuk itulah sudah sewajarnya bagi kita menyambut dengan antusias serta berdoa semoga Program Perpustakaan Desa benar-benar bisa terwujud di desa kita Sawangan tercinta.
Menanti penuh harap,mengawal mimpi dengan tulusnya doa,semoga rencana itu cepat terwujud. Sungguh sangat menggembirakan ketika tersiar kabar tentang adanya program Perpustakaan Desa yang akan dicanangkan secara nasional antara Tahun 2010-2014 mendatang. Dan salah satu desa yang digagas adalah Desa Sawangan Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen.
Kalau penulis tidak salah,(kalau salah mohon dikoreksi) mungkin ini berkaitan dengan hasil Rakornas Bidang Perpustakaan yang diadakan pada Tgl. 16-18 February 2009,di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Didalam rakornas tersebut telah dihasilkan 31 butir rekomendasi yang pada intinya adalah sosialisasi dan pengimplementasian UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.
Program ini merupakan bentuk lain dari kebijakan pemerintah yang ditujukan bagi warga pedesaan guna memancing minat baca dan pada akhirnya akan menambah wawasan serta membuka pola fikir yang lebih luas.
Karena sudah menjadi rahasia umum bahwasannya masyarakat pedesaan selalu dikonotasikan sebagai sosok terpinggirkan juga kurang wawasan (dalam kenyataan tidak seperti itu). Jadi dengan adanya perpustakaan masuk desa diharapkan muncul kutu buku-kutu buku baru sehingga tercipta insan desa yang diotaknya tidak sekedar berisikan pameo “madang wareg,keprok” (makan kenyang,tepuk tangan).
Meskipun tidak mudah menarik minat warga untuk rajin membaca,namun rencana kehadiran Perpustakaan Desa di Sawangan sedikit banyak telah memberi harapan akan adanya keterbukaan wawasan sehingga cara berfikir masyarakatpun bisa lebih luas. Sebab hadirnya perpustakaan tentu menghadirkan pula pilihan baru untuk mencari sumber rujukan,jadi tidak sekedar wawasan primordial seperti yang ada selama ini. Bukan bemaksud mendiskreditkan tradisi,bukan pula menolak ajaran para ustadz,tapi satu yang pasti ilmu umum-pun wajib kita pelajari.
Beragam bacaan dari buku-buku non-religi tidak kalah pentingnya untuk kita baca serta pahami (tentu bukan buku maksiat).
Marilah bersama-sama kita mulai aktif mengajak masyarakat agar gemar membaca untuk membuka fikiran kita agar bisa menerima keanekaragaman khasanah ilmu serta budaya. Ingatlah bahwa ilmu tidak hanya datang dari seorang pengajar,ataupun ustadz. Ilmu bisa didapat darimana saja,dan salah satunya adalah buku. Untuk itulah sudah sewajarnya bagi kita menyambut dengan antusias serta berdoa semoga Program Perpustakaan Desa benar-benar bisa terwujud di desa kita Sawangan tercinta.
Rabu, 01 Juli 2015
Profil Desa
Profil DEsa
Langganan:
Komentar (Atom)

